-->

WELCOME...

I AM

image
Hello,

I'm Zulfariansyah

5 Tahun bekerja di perbankan sebagai asisten IT. Saat ini sebagai seorang Suami dan Papa penuh waktu, Dosen Tetap Universitas Nahdlatul Ulama Kaltim, Bekerja di Perusahaan Konsultan PT. Humanindo-Tech. Serta masih aktif sebagai Trainer, Web/Application Developer, Music Arranger, dan Produksi Produk Multimedia.

Menulis adalah hobi untuk mengabadikan momen lewat kata-kata. Tulisannya pernah menjadi runner up di Kompetisi Blog Bank Indonesia tahun 2019. Masih terus belajar apapun. Sampai kapanpun.


Education
Universitas Islam Indonesia

Bachelor of Informatics Engineering

Bina Nusantara University

Master of Informatics Engineering


Experience
IT & Assistant

PT. BPD Kaltim Kaltara

Lecturer

BRI University

Business Analyst

AMC


My Skills
Design
Programming
Branding
Marketing

My Blog

Stories, Tips, Tech, Life

Work & Business

My Project(s), System and Website Builder Professional, Business Partner and Consulting

My Art

Music Project, Film/Video Making, and Graphics

WHAT CAN I DO

Web Design

Fusce quis volutpat porta, ut tincidunt eros est nec diam erat quis volutpat porta

Responsive Design

Fusce quis volutpat porta, ut tincidunt eros est nec diam erat quis volutpat porta

Graphic Design

Fusce quis volutpat porta, ut tincidunt eros est nec diam erat quis volutpat porta

Clean Code

Fusce quis volutpat porta, ut tincidunt eros est nec diam erat quis volutpat porta

Photographic

Fusce quis volutpat porta, ut tincidunt eros est nec diam erat quis volutpat porta

Unlimited Support

Fusce quis volutpat porta, ut tincidunt eros est nec diam erat quis volutpat porta

My Blog Post
Showing posts with label Blog. Show all posts
Showing posts with label Blog. Show all posts

Mengapa Penggunaan dan Perkembangan Uang Elektronik di Indonesia tidak Optimal dan Efisien?

Gambar 1 Ekonomi Digital
(Sbr : https://kreditgogo.com/artikel/Digital-Banking/Jenis-Uang-Elektronik-Buat-Pengaturan-Finansial.html)

LATAR BELAKANG EKONOMI DIGITAL DAN UANG ELEKTRONIK

Sebagai manusia yang hidup pada jaman milenial atau generasi Y, saya hidup dalam masa peralihan ketika Ekonomi Digital sedang dikembangkan. Saya merasakan begitu banyak manfaat dari penggunaan ekonomi digital. Mulai dari transaksi transfer dana hanya dari smartphone, sampai kepada penggunaan elektronik money.

Ekonomi Digital di Indonesia saat ini berkembang sangat signifikan. Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk ekonomi digital karena tingkat penetrasi pengguna internetnya terus meningkat. Pada tahun 2017, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 143,26 juta jiwa atau meningkat 7,96% jika dibandingkan dengan tahun 2016 yaitu hanya 132,7 jiwa. Jumlah pengguna internet tahun 2017 tersebut mencakup 54,68% dari total populasi di Indonesia yang mencapai 262 jiwa. Presiden Indonesia, Joko Widodo menargetkan Indonesia menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di ASEAN pada tahun 2020 dengan proyeksi nilai transaksi e-commerce mencapai 130 juta USD.

Melihat target Presiden yang cukup optimis, dapat disimpulkan pemerintah saat ini sangat mendukung perkembangan ekonomi digital dalam negeri, sehingga perlu diperhatikan dalam fokus pembangunan infrastruktur terkait dengan kelancaran perkembangan ekonomi digital.

Melihat banyak kegunaan dan manfaat dari Ekonomi Digital bukan berarti tanpa kekurangan. Perkembangan teknologi yang sangat pesat dalam kurun waktu 10 tahun kebelakang menjadi tantangan tersendiri untuk sebagian orang yang konservatif dengan gaya dagang yang lama.

Untuk sebagian pelaku usaha yang mampu beradaptasi dengan perkembangan ini, fenomena ekonomi digital tentu akan menjadi keuntungan bagi usahanya. Bagi mereka, dengan ekonomi digital tentu akan memangkas beberapa proses produksi jika dibandingkan dengan cara konvensional. Selain itu, dengan era ekonomi digital tentu akan dijadikan peluang dalam pemasaran / iklan dengan target costumer yang lebih luas daripada konvensional, sehingga pengenalan produk dan penjualan menjadi lebih optimal. Sebaliknya, bagi pelaku usaha yang tidak mengikuti perkembangan teknologi, bukan tidak mungkin akan tertinggal jauh dalam persaingan bisnis era saat ini. Banyak toko ritel yang tutup karena kalah saing dengan toko on-line yang lebih Berjaya di internet.



Gambar 2 Uang Elektronik
(Sbr : https://kreditgogo.com/artikel/Digital-Banking/Jenis-Uang-Elektronik-Buat-Pengaturan-
Finansial.html)

Salah satu perkembangan dan terobosan ekonomi digital yang paling pesat dalam beberapa tahun ini adalah munculnya uang elektronik dalam system pembayaran dalam negeri. Uang elektronik tersebut dikelompokkan menjadi 2 yaitu Chip Based dan Server Based.

Singkatnya, Uang elektronik chip based biasanya menggunakan platform portable sebagai media transaksi semisal contoh : Kartu, Stiker Pin, dan lain-lain. Platform portable ini nantinya akan dilakukan system tap-ing dengan device reader-nya. Contoh dari Uang Elektronik dengan menggunakan Chip Based adalah penggunaan kartu e-Toll, dan Kartu Flazz dari Bank BCA.

Berbeda dengan uang elektronik server based, uang elektronik ini tidak menggunakan platform portable seperti kartu atau apapun, tapi menggunakan account


yang terdaftar di server. Cara penggunaannya pun bisa berupa autentikasi via QR code, atau pembayaran via aplikasi. Seperti contoh Go-Pay dan OVO.

Apapun tipe uang elektroniknya menurut saya terobosan ini merupakan langkah kongkrit dalam keseriusan pemerintah dalam implementasi ekonomi digital.

Kelebihan menggunakan uang elektronik tentu saja kita tidak perlu repot bawa uang tunai selain itu juga lebih aman karena biasanya ada limit maksimal dalam account elektronik money tersebut.

Loh kok malah lebih aman?

Iya dong. bayangkan kalau Cuma mau jajan terus klo diliat banyak uang didompet, tentu saja rawan terjadinya kriminalitas. Dengan uang elektronik, isi dompet bisa aman karena saldo dikalkukasi secara virtual. Selain itu dengan uang elektronik pembeli menjadi lebih efisien dalam melakukan transaksi, tidak perlu menghitung uang pembayaran, serta tidak perlu menghitung uang kembalian.


Gambar 3 Penggunaan Uang Elektronik di Indonesia 
(Sbr : https://www.kompas.tv/content/article/14159/video/berita-kompas-tv/1-5-juta-uang-elektronik-akan-dibagikan-gratis)

Tapi saya sebagai pelaku ekonomi digital yang menggunakan uang elektronik menemukan beberapa kelemahan dan penyebab kenapa penggunaan dan perkembangan uang elektronik di Indonesia tidak se-optimal dan se-efisien yang seharusnya.

APA PENYEBAB PENGGUNAAN DAN PERKEMBANGAN UANG ELEKTRONIK INDONESIA TIDAK OPTIMAL DAN EFISIEN?

Awal bulan November 2018 kemaren waktu saya jalan-jalan di sebuah Mall di Samarinda, sebuah merk uang elektronik yang juga bekerjasama dengan layanan ojek online sedang gencar melakukan promosi. Tidak tanggung-tanggung promosinya, biaya mengantarkan penumpang hanya sebesar Rp 1 jika pembayaran menggunakan uang elektronik tersebut. Belum lagi Uang Elektronik ini juga bekerjasama dengan pedagang local bahkan kaki lima. Sebuah langkah yang cermat menurut saya. Karena melihat daftar merchant yang menerima pembayaran tersebut juga sudah banyak. Saya memutuskan untuk membuat dan top-up sebesar Rp 300.000 ,-

Ditengah perjalanan mall, tiba-tiba saya dan istri saya pengen nonton di cinema. Tapi baru ingat kalau uangnya tadi sudah dibuat top-up uang elektronik, dan uang elektronik tadi tidak diterima di cinema untuk pembelian tiket, dan kaki ini malas rasanya untuk turun empat lantai lagi hanya untuk Tarik tunai. Kemudian saya berpikir seharusnya ada solusi untuk semua ini.

Berangkat dari pengalaman tadi, saya menemukan problem dalam permasalahan

Ekonomi Digital khususnya di Uang Elektronik di Indonesia. Permasalahannya hanya satu :

“Terlalu Banyaknya Platform/Merk Uang Elektronik di Indonesia.”

Ya. Menurut saya Cuma itu. Semakin banyaknya Merk Uang elektronik di Indonesia, semakin tidak efisien pemakaiannya bagi masyarakat. Jika untuk suatu layanan menggunakan satu merk uang elektronik, mau berapa uang elektronik harus di stand-by kan saldonya?

Kita ambil Contoh, untuk beli tiket nonton bioskop pakai uang elektronik A, untuk layanan kendaraan online pakai uang elektronik B, untuk makan lebih banyak promo pakai uang elektronik C, untuk pembayaran gerbang toll otomatis menggunakan uang elektronik D, untuk jajan pakai uang elektronik E.

Bayangkan jika untuk menikmati semua fasilitas itu dan asumsi kita top-up Rp 100.000,-per uang elektronik. Kita bisa menghabiskan Rp 500.000,- untuk semua uang elektronik yang mana belum tentu kita habiskan.


Gambar 4 Banyaknya uang elektronik menarik minat masyarakat untuk menggunakannya 
(Sbr : https://www.indiatoday.in/mail-today/story/e-transaction-credit-debit-cards-curb-black-money-326228-2016-05-30

Masalah akan terjadi ketika kita hanya sering menggunakan salah satu layanan uang elektronik tersebut. Semisal contoh, dari semua uang elektronik, ternyata saya lebih banyak menggunakan uang elektronik A karena saya hobi nonton bioskop. Manakala uang elektronik A sudah habis, dan saldo di uang elektronik B,C,D, dan E masih penuh, tetap saja saldo dari uang elektronik B,C,D, dan E tidak bisa dipakai untuk beli tiket nonton karena memang beda platform.

Hal ini menarik mundur minat masyarakat dalam menggunakan uang elektronik, karena takut investasi sia-sia dan mubazir karena penggunaannya dinilai tidak fleksibel. Inilah factor yang membuat pertumbuhan uang elektronik di Indonesia tidak optimal dan efisien.

APA SOLUSINYA?

Dari permasalahan di atas, saya pribadi dapat menarik solusi untuk mengatasi Banyaknya Platform/Merk Uang Elektronik di Indonesia, salah satunya dengan membuat Jaringan Koneksi Inter-EMoney.

Jaringan Koneksi Inter-EMoney ini akan menjembatani platform uang elektronik yang tergabung dalam jaringan inter-Emoney tersebut. Dengan adanya jaringan koneksi ini, memungkinkan transfer atau bahkan purchasing dari satu platform uang elektronik, ke platform uang elektronik yang lain.


Semisal contoh kasus di atas, ketika Saldo Uang Elektronik A sudah habis, saya masih bisa membeli tiket nonton bioskop dengan saldo uang elektronik B. begitu juga dengan saldo uang elektronik yang lain. Sehingga Uang Elektronik B, diproses dengan reader/server Uang Elektronik A

Mekanisme jurnal transaksi bisa dimungkinkan dengan alur sebagai berikut :

  1. Debet saldo Uang Elektronik B, Kredit saldo rekening Jaringan Interkoneksi yang ada di Uang Elektronik B.
  2. Debet saldo rekening Jaringan Interkoneksi yang ada di Uang Elektronik A, Kredit ke Saldo Uang Elektronik A.
  3. Uang Elektronik A dipakai untuk melakukan transaksi purchase ke merchant. (Secara teknis, metodenya sama dengan Giro BI antar bank.)
Nantinya, ketika jaringan koneksi inter-Emoney ini digunakan oleh User Platform Uang Elektronik, akan ada biaya interkoneksi yang dikenakan yang besarannya di atur oleh kebijakan, yang tentunya tidak menutup kemungkinan akan terjadi sharing fee dari biaya tersebut sehingga masing-masing platform uang elektronik akan berlomba-lomba untuk mengoptimalkan layanan uang elektronik mereka karena ada sharing fee yang didapatkan.

Dari sisi customer, customer tidak perlu takut mubazir lagi untuk isi saldo uang elektronik banyak-banyak, karena kalaupun ingin menikmati layanan lain yang tidak di sediakan oleh platform uang elektroniknya, dia tetap bisa menikmatinya dengan menggunakan jaringan interkoneksi uang elektronik tersebut untuk membayar layanannya.

REFERENSI
  • “IMF Ingatkan Indonesia Soal Revolusi Digital”, http://republika.co.id/berita/ekonomi/fintech/18/02/27/p4slrx383-imfingatkan-indonesia-soal-revolusidigital,
  • “Industri Digital, Silau Usaha Rintisan”, Kompas
  • “Mengeruk Rupiah dari Bisnis Digital”, Republika
  • “Menteri Bambang: Toko Ritel Tutup Dipengaruhi E-Commerce”, http://republika.co.id/berita/ekonomi/fintech/18/02/21/p4i0kw382-menteri-bambang-toko-ritel-tutup dipengaruhi-ecommerce



Cara memperbaiki Telkom Speedy/Indiehome yang tidak bisa internet di Windows 10

Mungkin tutorial ini bakal cepet aja. Sebenarnya ini basic. Singkatnya ceritanya begini.

Begitu saya pulang dari Samarinda ke Balikpapan, HP saya terhubung otomatis ke Modem Wifi Rumah. Internet berjalan seperti biasa, browsing dan sosial media lancar. Tapi, begitu saya nyalakan laptop, kok statusnya terhubung ke Wifi rumah, namun ada keterangan dan tanda pentung "No Internet Connection".

Setelah dicek, ternyata permasalahannya terdapat pada alokasi DHCP IP nya yang otomatis ke IPv6 (CMIIW ya). Cara baikinnya gampang banget. Kalau kamu mengalami kejadian serupa, ikutin langkah dibawah ini :

1. Klik logo wifi dengan tanda seru tersebut sampe kamu menemukan SSID (nama wifi) nya.

2. Klik Properties

3. Scroll kebawah sampai bagian IP Setting

4. Pilih Edit

5. Pada "Edit IP Setting" Pilih dari "Automatic (DHCP)" menjadi "Manual"

6. Turn on IPv4

7. Isi IPv4 address dengan segmen 192.168.1.N. (N bisa kamu isi dari angka 3-254, klo boleh saran isi aja diatas 10, contoh 192.168.1.10----- Umumnya segmen modem telkom adalah 192.168.1.N, tapi segmen ini tergantung tulisan di modem ya. ikutin segmen modem aja, yang kalian rubah cuma 3 digit di belakang)

8. isi IPv4 Subnet Prefix Length nya : 255

9. untuk IPv4 Gateway ikutin segmen di modem, umumnya 192.168.1.

10. Untuk Primary DNS, dan Secondary DNS ikutin punya Google aja biar (katanya) lebih cepet.
Sekarang coba deh internetan

11. save

Nah klo ga masih g bisa, coba kalian share di Kolom komentar ya. Semenjak ada update modem, sering banget nih kaya gini, jadi IP nya di setting manual aja. kadang-kadang klo DHCP ya klo ga bentrok, jadi ga bisa dipake kaya gini. yang jelas sekarang udah ketemu solusinya.

NB : Oiya, untuk windows 10, sekarang walaupun kalian setting manual IP nya, IP tersebut hanya dedicated untuk SSID itu saja, tidak untuk semua SSID. Tidak seperti Windows 7 yang kalau kalian ganti IP untuk satu SSID, berlaku untuk semua SSID.  

Salam Ngenet!

How To Install Extention Application Sony Smartwatch 2/3 in pairing with Xiaomi Device / MIUI / ASUS Smartphone

The Big Line process is
1. Disconnect the Smartwatch and Xiaomi Devices


2. install Extension Application


3. Open Security - Autostart - Choose the Extension Application and ENABLE it


4. Install "LINK2SD" and open it

5. Find the installed Extension Application, hold touch, klik REINSTALL

6. Replace klik Ok, and "ACCEPT" ALL PERMISSION (for further look at the picture)










7. Reconnect the Smartwatch and Xiaomi device

8. Application installed in Sony Smartwatch


Review HAVIT KB210BT dan Shortkey

Oke... Untuk review yang ini gue gamau lama lama langsung aja kita liat kinerjanya untuk Keyboard Bluetooth satu ini. HAVIT KB210BT.
Untuk fungsi ya keliatannya sama semua yang pada intinya adalah ngetik di keyboard dengan sambungan bluetooth. Untuk review ini gue cuma mau review pemakaian di Android. Karena ini ga kaya Logitech kemaren yang bisa sambung beberapa device, HAVIT tipe ini emang cuma mampu konek di satu device aja.
Dari segi tampilan cantik banget. Liat aja di google. Kebetulan warnanya putih, ada les garis warna baby blue toska (warnaa apaan tuh zer?) gue gatau ada warna lain apa ngga.
Designnya lebih minimalis kalo gue rasa. Mungkin karena warnanya putih dan ga macem macem jadi kesannya simpel.
Lebih ringan dari logitech k380 karena dia menggunakan batre tanam yang bisa di charge dengan charger android. Di charge palingan juga dua jam diklaim bisa tahan sampe 1 bulan. SARAN aja sih. Kalo ngecharge barang ginian jangan sampe overcharge..
Untuk ngetik emang lebih berisik daripada Logitech K380. Tapi tenang aja ga lebih berisik dari keyboard keyboard kantor kelurahan yang tombolnya panjangnya kaya Chunkybar dengan sistem operasi windows 98. Eh ngemeng ngemeng keyboard kelurahan, keyboard ini ada cetekan dibelakang di kiri dan kanan atas buat nge stand keyboardnya,,,,, ya kaya keyboard kelurahan gitu.... hheheheheh....
Kalo diliat dari tombol shortcutnya ini kayanya lebih buat iOS iPad daripada Android. Soalnya banyak tombol shortkeynya yang ga bisa di Android tapi bisa di iOS. Untuk di Android yang bisa cuma tombol Previous, Play Pause, Next, Mute, Decrease, dan Increase Volume. Sedangkan untuk yang lain bisanya cuma di iOS.
Tapi ada beberapa shortkey penting yang tidak hanya lo hapal. Tapi harus jadi kebiasaan biar ciamik make keyboardnya. Diantaranya :
1. Multi tasking : Command + Tab
2. Back : fn +Home (tombol pojok kiri atas. Ini gambar home iOS Device)
3. Command + L = Kalender
4. Command + P = Music Player
5. Command + B = Browser (Internet)
6. Control + C = Copy
7. Control + V = Paste
8. Control + X = Cut
9. Command + C = Contact
10. Command + E = Email
Sebenarnya ada beberapa shortcut yang lain yang berguna kalau lagi buka aplikasi. Dan beda beda fungsinya. Nanti di eksplor sendiri aja.... Yang jelas Shortcut intinya ya itu.
Dan lagi lagi, keyboard ini ga perform penuh untuk Xiaomi Device. Untuk apa aja keluhannya Baca di Review Logitech K380 dan Review Xiaomi Mi4i. Sekali lagi saya tekankan ini bukan salah Havit Keyboard
Mau logitech K380 maupun Havit, kadang terjadi lagging waktu auto konek. Hal ini bisa di atasi dengan matikan bluetooth dari Smartphonenya. Terus konekin ulang.
Untuk masalah harga ini jauh lebih murah daripada Logitech K380. Yah ga nyampe 300ribu lah. Lumayan kan seratus ribu buat beli kacang sampe tehambur hambur..
Mungkin Ini dulu Review singkatnya. Udah Pagi..... Mau kerja dulu... Selamat bekerja.

Start Work With Me

Contact Me
Zulfariansyah
+628998787870
Samarinda, Kalimantan Timur

Powered by Blogger.