Airport Memories

Thursday, July 30, 2009

Airport Memories


Aku melaju di tengah angin..
menuntun arah ;
Karena kau sudah tiba lebih dulu disana...

Serasa sebagai pecundang yang kalah oleh waktu..aku rasa malu...

Aku sampai...tergesa-- takut burung besi itu membawamu pergi lebih dulu sblum bertemu aku

Siska : handphone malang yang bersandar dalam kantong jeans kiriku ; kuambil,untuk memanggilmu...

Tiga deringan,kau angkat..
"tunggu aku depan departure,aku kesana" katamu.

Menunggumu
Ku anggap sebagai balasan kalah ny aku dengan waktu..

Kau keluar dari pintu itu... Senyum hangatmu mencairkan rinduku..aku senang pemberianku masih kau pakai..

Ingin rasanya kupeluk,tapi aku sadar aku tak punya cukup hak untuk itu.

Wajah surgamu benar-benar membuat aku tertawan dalam ruang ekspresimu..

Menit demi menit berlalu cepat.. seperti cepatnya hujan yang jatuh ke bumi.. Memang kalau denganmu,aku rasa bumi ini berputar bgtu cepat...

Menyadari waktu yang terbatas,aku ingin manfaatkan itu semaksimal mungkin..

Tawa,kata-kata,dan semua yang ingin di ungkapkan menjadi bahan pengisi waktu hari itu


Aku -- dan mungkin kamu juga -- tau waktu itu akan datang..

Tapi aku tidak mau meninggalkanmu..

Aku ingin ini tak sia-sia, siska ku ambil lagi. untuk mengabadikan pertemuan kita hari itu.

Setidakny,kali ini,ak bisa menangkap senyummu -- secara permanen..

Sampai akhirnya waktu itu benar-benar datang.. Kau berlari kecil menuju pintu tempat kamu keluar tadi. Genggaman itu rasanya tak ingin aku lepas.

Kucubit kedua pipimu...lalu kau lemparkan senyum itu.

Senyum terakhir,sebelum kita berpisah diantara pintu masuk.

Dan aku pikir memang itu senyum terakhirmu

untukku...
Tanggapan :

0 komen :

Post a Comment