Sunday, December 6, 2009

jam 11....5/10/09 (angkuh)

belum ada lima menit
ketika tetes terakhir hujan itu turun.
aku memang ingin keluar
mencari kedai
yang menyediakan apa yang ku ingin
; sebuah mangkuk berisi ribuan butir kacang hijau

sudah dari setengah jam yang lalu mungkin
aku memang ingin keluar tengah malam itu
tapi aku di sergap dingin
memegang erat kakiku
hingga tak berlangkah ke luar lebih dari teras

perutku lebih berontak
dia merajuk, mengancamku
; tak akan membiarkanku tidur
lalu aku benar-benar keluar sekarang

kaki ku berdecap di atas becek
meninggalkan perspektif jejakku sendiri
sebuah napak tilas, dari sekian langkah yang lalu

diluar memang dingin
sudah sepi dan memang terlanjur malam
beberapa kos perempuan sudah menutup rapat pintu tamunya
suatu peraturan tabu, agar terlihat terhormat

aku menarik resleting jaketku tepat di bawah dagu
hingga aku menang dari angin
setelah dua menit berjalan, rambut ijuk ku basah
oleh embun

sendalku mengernyit ketika aku menginjak kulit jeruk
berhenti sejenak di depan kedai,
kutolehkan wajahku ke kanan : ada yang ingin ku lihat!
aku tau sudut lurus ini, dan duaratus meter ke sana
arah rumah hijaumu
aku terlalu angkuh untuk bilang kalau aku memang rindu
cuma bisa membayangkan, sedang apa kau saat ini?
masih mengerjakan laporanmu ataukah sudah meringkuk dalam selimut hangatmu?

No comments:

Post a Comment